Jumat, 27 Maret 2009

Yang Harus Dilakukan Saat Suami Meninggal

Hidup ini penuh dengan misteri, hanya Allah yang mengetahuinya. Suatu saat kita bahagia namun di lain waktu sedih menghampiri kita. Kebahagiaan dan kesedihan saling berganti mengisi hari-hari manusia. Ketika kebahagiaan menghampiri, hal itu bukanlah suatu masalah yang berarti, namun ketika ujian dan cobaan datang perlu kesabaran dan ketabahan yang berlebih.


Begitu pula kehidupan pasutri, saat pertemuan merupakan hari-hari indah yang tidak ingin dilewatkan. Satu hal yang tidak bisa kita pungkiri, bahwa ada pertemuan pasti ada perpisahan. Ketika sepasang suami istri bertemu dalam satu ikatan pernikahan, harus disadari bahwa nantinya pasti akan ada perpisahan yang menyakitkan karena perceraian atau perpisahan yang menyedihkan karena meninggalnya salah satu di antara mereka berdua.

Biasanya istri adalah makhluk yang paling berat menanggung beban ini, karena mereka akan menyandang status sosial yang baru yaitu janda. Tulisan ini bukan nasihat untuk wanita yang menjadi janda karena dicerai, akan tetapi ini adalah untaian nasihat dari dua ulama terkemuka terkait dengan apa yang harus dilakukan wanita yang menjadi janda karena suaminya meninggal dan sedang menjalani masa iddah yaitu empat bulan sepuluh hari?


Lalu apa kewajiban-kewajiban dan hukum-hukum wanita terhadap suaminya yang meninggal?


Syaikh Utsaimin rahimahullah ketika ditanya tentang masalah di atas beliau menjawab, wanita yang ditinggal mati suaminya berkewajiban tinggal di rumahnya dan tidak keluar dari rumahnya kecuali karena keadaan darurat. Ia pun berkewajiban menjauhi segala sesuatu yang mengandung hiasan, yaitu berupa pakaian, perhiasan, wewangian, celak mata dan lain-lainnya yang termasuk hiasan. Dibolehkan baginya untuk berbicara kepada orang lain melalui telepon, umpamanya, dan dibolehkan juga naik ke atas rumah untuk melihat bulan. Sebagian orang awam ada yang mengatakan bahwa wanita yang sedang menjalani masa iddah karena ditinggal mati suaminya tidak boleh melihat bulan, karena bulan bagi mereka bagaikan wajah seseorang, jika wanita itu naik ke atas rumah untuk melihat bulan, sama artinya dengan adanya seseorang yang melihat dirinya. Semua ini adalah khurafat. Wanita tersebut hendaknya tinggal di dalam rumahnya dan ia boleh pergi ke bagian mana saja dari bagian rumahnya, boleh ke atasnya dan boleh juga ke bawahnya.


Syaikh Ibnu Jibrin rahimahullah dalam Fatawa Al-Mar’ah menjelaskan bahwa wanita yang sedang menjalani masa iddah hendaknya menjauhi hiasan yang berupa pakaian kebesaran, pakaian indah, perhiasan, bedak dan celak kecantikan dan yang serupa itu. Hendaknya pula ia tidak keluar dari rumahnya kecuali karena darurat dengan tidak berhias dan tidak mengenakan wewangian serta menampakkan diri di hadapan kaum lelaki yang bukan mahramnya. Dibolehkan baginya untuk berjalan-jalan di dalam rumahnya dan seputar dalamnya, naik ke atas dan sebagainya.


Menjawab Telepon?

Mengenai menjawab telepon bagi wanita yang sedang menjalani masa iddah, Syaikh Ibnu Jibrin rahimahullahWallahu a’lam. menjawabnya, jika perlu dibolehkan berbicara di telepon dan lainnya, jika ia tahu bahwa lawan bicaranya itu juga wanita, tapi jika itu orang-orang yang ingin berkenalan, maka hendaknya ia langsung memutuskan pembicaraan. Hal ini diwajibkan pula atas wanita lainnya yang tidak sedang menjalani masa iddah. Lain dari itu, dibolehkan juga berbicara dengan kerabatnya yang bukan mahram dari balik tabir atau melalui telepon atau lainnya, sebagaimana hal ini dibolehkan di luar masa menjalani iddah.


Sumber: Al Fatawa Asy-Syar’iyyah fi Al-masa’il al-Ashriyyah min fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, Edisi Indonesia : FATWA-FATWA TERKINI, Darul Haq.

Empat Kejahatan Pada Anak

Tanpa disadari hal-hal yang kelihatannya sepele ini ternyata bisa membawa anda menjadi orangtua yang tidak baik bagi anak. Semuanya perlu anda ketahui agar "kejahatan" terselubung yang anda lakukan pada anak bisa dihilangkan.

1. Memaki dan Menghina anak
Orangtua bisa dikategorikan memaki dan menghina anak-anaknya ketika memaparkan setiap kekurangan dan kebodohan mereka kepada orang lain. Kejahatan ini semakin bertambah jika melakukannya dengan sengaja di depan teman-teman si anak

2. Tidak adil pada anak
Tak semua anak tumbuh menjadi sempurna atau mendekati sempurna. Kadang anak diberi kekurangan pada fisik atau mental maupun keduanya. Hal ini jelas bukan kemauan anak itu sendiri. Namun kita sebagai orangtua masih ada yang tega tak menganggap mereka hanya karena "kurang" dari saudaranya yang lain. Oleh karenanya, anda tak adil membagi kasih sayang kepada mereka. Sikap demikian membuat anda pantas mendapat label sebagai orangtua durhaka

3. Mendoakan anak yang buruk
Apapun keyakinan anda, mendoakan keburukan bagi anak hanya akan membuat anda semakin hina, baik di mata manusia, lebih-lebih dimata Sang Pencipta. Doa untuk keburukan anak jelas tidak bisa dimaklumi meski anak berbuat yang tidak baik sekalipun

4. Tidak mendidik anak
Sibuk dengan pekerjaan kantor dan membiarkan anak dirawat oleh baby sitter atau orang lain selama 24 jam. Ini juga katergori orangtua yang durhaka pada anaknya. Sesibuk apapun anda, dekatlah dengan anak-anak dan ajarkanlah mereka basic-basic norma kesopanan dan tingkah laku agar mereka kelak menjadi anak yang bisa menghargai dan menghormati orang lain

( Dari berbagai sumber )

Kamis, 26 Maret 2009

Menyikapi Ujian

Adakalanya seseorang itu sudahlah menjalani dan mentaati apa yang digariskan Allah, namun dalam kehidupannya tetap mendapat musibah dan kesulitan hidup. Itu semua bisa karena:

- ujian yg diberikan adalah sebagai penghapus kesalahan kita dimasa lalu
- ujian sebagai rasa kasih sayang Allah kepada umatnya
- ujian sebagai tanda akan meningkatnya derajat kita dimata Allah

Layaknya seseorang yg memelihara burung di dalam sangkar. Burung itu ingin sekali utk lepas, bebas, terbang kemanapun dia mau. Namun kita, yg memelihara tetap tdk mau melepaskannya karena rasa sayang kita thdp burung tsb, takut jikalau nanti dilepas ada yg menembak, takut jikalau nanti tdk dpt mencari makanan sendiri, dan setumpuk ketakutan yg lain. Demikian pula Allah dlm 'memanjakan' hambaNya. Allah tau semua yg terbaik buat kita jauh melebihi diri kita sendiri. wallahu'alam.

( Dari pengalaman pribadi dan berbagai sumber )

"KETIKA IA MENJAUH"

Anakku yang duduk di semester 2 menangis memelukku.Pada saat itu aku masih tiduran karena aku sakit maag kronis yang membuatku harus istirahat total tidak bekerja.

Aku langsung bertanya, "Ada apa nak ? Tidak biasanya kamu menangis.

Anakku masih juga diam dan akhirnya aku bertanya lagi :
"Kenapa sayang, mama tak tahu problema dirimu kalau kamu tak menjawab?"

"Mama, kak Ilma sudah tak dengan Ismar lagi ?" kata anakku dengan sedih. "Sudahlah sayang, perjalananmu masih panjang." kataku

"Cinta tak harus memiliki dan mama pernah merasakan itu", kataku pelan

Aku termenung untuk beberapa saat dengan cerita anakku. Aku tahu kali pertama ia kenal laki laki dan berakhir dengan perpisahan.

Beberapa hari kemudian anakku sudah gembira lagi karena kesibukannya dengan kuliah dan kegiatan lainnya.

Aku sharing dengan anakku Ilma dan kita bercerita banyak. Akhirnya kita bercerita tentang Ismar dan aku mengemukakan pendapatku tentang Ismar dan kita harus memahami perihal dirinya.


Sebagai perempuan kita harus :


1. Belajar Memahami Rasa Takut Mereka

Rasa takut lelaki bukan karena Anda,namun pada komitmen yang Anda selipkan bersamaandengan hubungan tersebut. Andaharus memahami mengapa lelaki tidak menyukai komitmen. Memang alasan yangdikemukakan akan sangat beragam, namun pada dasarnya, latarbelakangtakut berkomitmen karena mereka tidak ingin terkekang dan terhalangi untuk
bertemu seseorang baru.

2. Proses pendekatan bisa diartikan menjadi proses penaklukan


Memang ini tidak berlaku untuk semua lelaki.
Namun ada kalanya mereka melakukan hal itu agar bisa mendapatkan Anda.
Setelah Anda "jatuh" padanya, mereka akan beralih ke perempuan
lain untuk mencari tantangan baru. Itulah alasannya mereka tiba-tiba
menghilang dan tidak pernah menghubungi lagi.

Tentunya agar ia tetap tertarik pada Anda, jangan pernah memberikan seluruh
diri Anda kepada lelaki yang belum menjalin komitmen serius
. Biarkan proses
pendekatan berlangsung perlahan dan tidak terburu-buru walaupun Anda sangat suka padanya. Tahan diri Anda dan buat jarak darinya. Tetap
luangkan waktu untuk aktivitas Anda bersama teman-teman.
Biarkan ia
penasaran pada Anda. Perempuan hard to get terlihat jauh lebih
menarik di mata lelaki. Dan jika ia serius, dia akan tetap bertahan dengan Anda


Hidden Agenda


Seorang lelaki yang melakukan pendekatan ekstrem, harus dipertanyakan motifnya.


Contoh pendekatan ekstrem:


Dia yang tidak pernah menghubungi Anda, tiba-tiba menelpon Anda setiap hari. Atau melakukan sesuatu yang diluar batas normal untuk seseorang yang belum lama kenal.


Sebelum Anda menjalani hubungan apapun bersamanya, Anda harus tahu apa yang akan Anda hadapi. Andalah yang memegang kunci. Kesalahan yang sering kali perempuan lakukan adalah terlalu berharap


Ia memperlihatkan perhatian dan rasa sayang, jangan
mengartikannya sebagai tanda keinginan akan komitmen. Nikmati perhatiannya
namun jangan sampai Anda terlena. Jika lelaki itu memang serius dengan Anda,
tentunya mereka akan menghormati setiap keputusan yang Anda buat.



Seperti pepatah It takes two to tango, dalam sebuah hubungan tidak melulu pihak
lelaki yang salah. Jika Anda sedang jatuh cinta, memang mudah untuk tidak
mengenali tanda-tanda tersebut. Namun ketika Anda belajar untuk mengontrol
diri, Anda pun terhindar dari kekecewaan. Jadi pasang rem Anda selalu dan jangan
biarkan diri Anda terlarut dalam angan-angan.


Sumber : Dari pengalaman anakku dan beberapa sumber


Faktor yang merendahkan martabat wanita

Sebenarnya puncak rendahnya martabat wanita adalah datang dari faktor dalam. Bukanlah faktor luar atau yang berbentuk material sebagaimana yang digembar-gemborkan oleh para pejuang hak-hak palsu wanita.

Faktor-faktor tersebut ialah:

1) Lupa mengingat Allah

Kerana terlalu sibuk dengan tugas dan kegiatan luar atau memelihara anak-anak, maka tidak heran jika banyak wanita yang tidak menyadari bahwa dirinya telah lalai dari mengingat Allah. Dan saat kelalaian ini pada hakikatnya merupakan saat yang paling berbahaya bagi diri mereka, di mana syetan akan mengarahkan hawa nafsu agar memainkan peranannya.

Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-Jathiah, ayat 23: artinya:

" Maka sudahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmunya. Dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya."

Sabda Rasulullah s.a.w.: artinya:
"Tidak sempurna iman seseorang dari kamu, sehingga dia merasa cenderung kepada apa yang telah aku sampaikan." (Riwayat Tarmizi)

Mengingati Allah s.w.t. bukan saja dengan berzikir, tetapi termasuklah menghadiri majlis-majlis ilmu.

2) Mudah tertipu dengan keindahan dunia

Keindahan dunia dan kemewahannya memang banyak menjebak wanita ke perangkapnya. Bukan itu saja, malahan syetan dengan mudah memperalatkannya untuk menarik kaum lelaki agar sama-sama bergelimang dengan dosa dan noda.
Tidak sedikit yang sanggup durhaka kepada Allah s.w.t. hanya kerana kenikmatan dunia yang terlalu sedikit.

Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-An'am: artinya:

" Dan tidaklah penghidupan dunia ini melainkan permainan dan kelalaian dan sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa, oleh karena itu tidakkah kamu berfikir."

3) Mudah terpedaya dengan syahwat
4) Lemah iman
5) Bersikap suka menunjuk-nunjuk.

Ad-dunya mata' , khoirul mata' al mar'atus sholich
Dunia adalah perhiasan, perhiasan dunia yang baik adalah Wanita sholihah.

( Dari berbagai sumber )

Selasa, 24 Maret 2009

Membangun Rasa Percaya Diri Pada Anak

Pada saat anak berusia 4 tahun, mereka sudah mulai belajar untuk menghargai diri sendiri dan memiliki kepercayaan diri yang untuk bermain dengan teman-temannya dan melakukan kegiatan baru. Pada masa ini peran orang tua sangat penting dalam membantu anak untuk terus memiliki rasa percaya dirinya sehingga dapat bersosialisasi dalam lingkungan yang berbeda.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar anak memeiliki rasa percaya diri, yaitu:

  • Selalu Katakan kepada anak bahwa mereka adalah orang yang disayangi dan berguna agar hidup mereka merasa berarti
  • Memberi dukungan pada anak untuk mencoba hal baru, karena dapat mengembangkan kreatifitas dan melatih kemandiriannya
  • Menghargai apa yang menjadi keinginan anak dan perlihatkan kalau orang tua benar-benar memperhatikan dan mendukung semua yang dilakukan untuk keberhasilan anak
  • Bila anak melakukan kesalahan marahlah pada sikap dan perilakunya, bukan kepada dirinya karena orang tua yang terlalu sering memarahi atau memberikan komentar yang menyudutkan akan membuat anak merasa bodoh dan dapat menghilangkan rasa percaya dirinya
  • Mengetahui perasaan emosi anak dan bantulah mereka untuk mengungkapkan dan mengatasi masalahnya, jadilah teman curhat yang menyenangkan buat mereka
  • Jangan menakuti anak dengan hal-hal sepele, karena akan membuat anak menjadi penakut dan merusak kepercayaan dirinya. Bila anak mengalami rasa takut dan tidak aman bantulah mereka mengatasinya
  • Berikan pujian atas keberhasilan anak dalam bidang apapun, karena kata-kata seperti ini dapat menyenangkan perasaan dan membangun rasa percaya diri mereka, tetapi bila anak mengalami kegagalan berikan keyakinan bahwa hal tersebut wajar dan harus diterima untuk mengembangkan kepribadiannya
  • Mendengarkan dan memperhatikan apa yang dikatakan anak, berikan dukungan dan saran positif atas apa yang ingin dilakukannya jangan selalu menolak dan menghalangi keinginan anak karena hal tersebut akan menghambat perkembangan dirinya
  • Jangan mencela anak dengan suatu perkataan yang meremehkan baik langsung atau di depan orang lain, anak akan merasa bahwa dirinya bodoh dan tidak berguna. Berikan anak kata-kata yang baik dan dukungan yang optimis agar mereka memiliki rasa percaya diri pada kemampuannya
  • Berikan contoh yang baik dalam mengatasi masalah bila orang tua menghadapi suatu keadaan yang sulit agar anak belajar bersikap positif dan optimis dalam mengatasi tantangan kehidupan
( Dari pengalaman pribadi dan berbagai sumber )

Faktor-Faktor Pendukung Kecerdasan Anak

Anak yang cerdas bukan hanya karena faktor keturunan, banyak hal lain yang bisa medukung anak menjadi pintar. Faktor-faktor pendukung kecerdasan anak itu antara lain dapat diasah dan dibentuk dari dalam diri anak atau dari hasil didikan orang tua. Di bawah ini saya berikan beberapa contoh yang mendukung kecerdasan anak tersebut:

1. Motivasi
Motivasi adalah bagaimana cara orang tua untuk memberi semangat kepada anak agar mereka mau belajar, karena tanpa hal tersebut maka anak akan menjadi pribadi mudah menyerah dan putus asa sehingga anak menjadi malas untuk belajar.


2. IQ (intelectual Quotient)
Adalah kemampuan seorang anak untuk belajar menggunakan kepintaran otak kiri dan kanannya. Setiap anak mempunyai IQ yang berbeda tergantung dari latihan-latihan dan kemampuan otak nya untuk menyerap pelajaran yang masuk.


3. EQ (Emotional Quotient)
Adalah kemampuan seorang anak untuk mengusai dirinya dan dapat mengendalikan emosi sehingga memiliki kemampuan untuk bersosialisasi dan berkomunikasi dengan orang lain dan lingkungannya.


4. Kecerdasan visual
Adalah kemampuan seorang anak untuk menuangkan apa yang ada dalam pikirannya kedalam bentuk kreatifitas, misal: Menggambar, mewarnai


5. Faktor lingkungan
Karena lingkungan yang baik dan positif baik dirumah dan sekolah dapat memberikan pengaruh terhadap kepribadian dan perilaku anak untuk membantu mereka mengembangkan kecerdasannya.


6. Kecerdasan berkomunikasi
Melatih anak dalam berkomunikasi yang baik dapat membuat anak belajar dan berani dalam menuangkan pikiran dan gagasanya dalam bentuk kata-kata sehingga dapat melatih anak memiliki kepercayaan diri bila bicara di depan umum. Orangtua dapat memberikan contoh dengan berbicara yang baik dan sopan kepada anak.


7. Makanan bergizi
Orang tua yang memberikan anak gizi yang baik dengan memenuhi makanan 4 sehat 5 sempurna tentu akan membuat anak memiliki tubuh yang kuat,sehat dan perkembangan otak yang sempurna sehingga anak menjadi pintar.


8. Membaca
Memberikan anak buku-buku yang bermanfaat dapat menambah pengetahuan dan wawasannya dan juga melatih anak senang membaca.


9. Kemampuan bersosialisasi
Jangan melarang anak untuk bermain, karena dengan bergaul dengan teman-temannya anak melatih kemampuan mereka untuk berinteraksi dengan orang sehingga medapat mendukung keberhasilannya di masa depan.lain


10. Kecerdasan Perilaku
Seorang anak yang diajarkan untuk berperilaku yang baik dan sopan juga melatih anak untuk menghormati dan menghargai orang lain sehingga anak menjadi pribadi yang menyenangkan bagi orang-orang disekitarnya.

Selain semua itu dukungan dan perhatian dari orang tua adalah faktor yang sangat penting dalam membentuk kecerdasan anak, kembangkan kecerdasan anak dari berbagai cara yang positif demi keberhasilan anak dimasa depan.

( Dari berbagai sumber )

Sikap Menghargai

Seberapa besar rasa hormat diterapkan di lingkungan kerja Anda?

Dihargai Adalah Kebutuhan
Ketidakpuasan bisa muncul di tempat kerja karena seseorang merasa tidak dihargai. Dalam teori Maslow, kebutuhan manusia untuk dihargai timbul setelah kebutuhan pokok seperti makan, pakaian, dan tempat tinggal terpenuhi. Kenyataannya, bagi beberapa orang, "dihargai" sering menjadi kebutuhan primernya. Bahkan dirasa lebih penting dibanding kebutuhan pokok.

Bahkan, di antara kita mungkin ada yang lebih memilih bekerja dengan penghasilan materi tidak terlalu tinggi namun kaya perasaan dihargai. Mengapa demikian? Karena pada dasarnya merasa dihargai adalah sebuah kebutuhan. Perasaan dihargai ini tidak hanya datang karena atasan menghargai bawahan saja. Ini juga bisa berasal dari penghargaan sesama rekan kerja. Jadi, jika Anda berempati terhadap kebutuhan rekan kerja maka mulailah dengan bersikap saling menghargai.

Menghargai Perlu Tindakan
Anda mungkin pernah mengalami kejadian, di mana ada teman kantor yang bilang kalau Anda tidak menghargai mereka. Padahal sekalipun Anda merasa pendapat itu tidak benar. Mengapa demikian? Menghargai bukanlah sebuah sikap, tetapi merupakan perilaku. Keramahan, kesopanan, dan kebaikan hati merupakan kunci dasar menghargai rekan kerja. Selanjutnya mendengarkan orang lain tanpa memotong pembicaraan, sering memuji daripada mengkritik, adalah bentuk nyata memberi kesan menghargai. Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan tidak membeda-bedakan orang, mampu meberikan peluang yang sama, dan senantiasa tertarik melibatkan diri dalam kegiatan perusahaan merupakan bentuk penghargaan Anda atas kegiatan orang lain. Sekaligus juga membuat Anda lebih cepat dihargai oleh atasan, rekan kerja, dan bawahan.

(Sumber : Cosmopolitan Magazine)

Senin, 23 Maret 2009

Dampak Kekerasan Masa Kecil pada Wanita

Wanita yang secara fisik mengalami kekerasan pada waktu anak-anak akan dua kali lebih tinggi rentan atas penyakit atau gejala kegagalan untuk makan. Penelitian yang dilakukan oleh Dr Bernard L Harlow dari Harvard University School atas 732 wanita berusia 36-44 tahun menunjukan hal itu. Ke-732 wanita yang dijadikan obyek penelitian Dr Bernard L Harlow itu mengakui bahwa semasa kecil mereka mengalami perlakukan kasar.

Sebuah dampak yang membuat para wanita itu ketika beranjak dewasa mengalami masalah dengan mengkonsumsi makanan.

Namun dampak yang paling besar dialami adalah akibat perlakuan keras dan pelecehan seksual saat mereka masih gadis.

Hasil penelitian Dr Bernard L Harlow itu dipublikasikan dalam The medical journal Epidemiology.

Kekerasan saat kecil memang sudah lama mejadi salah satu faktor penyebab timbulnya gejala atau penyakit sulit makan seperti anorexia dan bulimia.

Gejala Bulimia ini pernah dialami oleh mendiang Putri Wales, Putri Diana yang stress akibat perlakuan yang diterimany sehingga ia mengkonsumsi makanan secara berlebihan.

Dr. Bernard L. Harlow dan tim dari Harvard School melakukan survey atas sejumlah wanita dengan pertanyaan apakah mereka pernah mengalami perlakuan kejam atau pelecehan seksual semasa mereka masih kanak-kanak.

Perlakuan kasar termasuk dengan perbuatan tidak pada tempatnya oleh para anggota keluarnya.

Gejala anorexia dan bulimia hampir terjadi pada semua responden wanita dimana 102 wanita memiliki gejala yang jelas sementara 49 wanita lainya harus melakukan konsultasi dengan dokter mengenai gejala yang mereka alami.

Seorang gadis akan mengalami gejala anorexia atau bulimia dua kali lebih besar jika kepadanya pernah mengalami perlakuan keras semasa kecil.

Malah resiko itu akan naik tiga hingga empat kali pada wanita yang mengalami kekerasan fisik dan seksual sekaligus.

Secara umum, Dr Bernard L Harlow memberikan kesimpulan bahwa para wanita yang mengalami kekerasan pada waktu kecil memerlukan konsultasi dengan seorang dokter untuk mendapatkan upaya penyembuhan dan pencegahan dari anorexia dan bulimia.


Sumber : Jaknews.com

Muslimah Berkarir

Islam mengatur perikehidupan perempuan bukan untuk mengekang
aktivitasnya, justru mendudukkannya pada posisi kemulian.

Zaman memang telah berubah. Di era globalisasi semakin banyak
perempuan yang beraktivitas di luar rumah untuk bekerja.
Berbagai macam alasan dikemukakan untuk mencari alasan untuk bekerja.
Antara lain mencari nafkah, mengejar kesenangan, menjaga gengsi,
mendapat status sosial di masyarakat sampai alasan emansipasi.

Tetapi banyak pula perempuan yang mengeluh ketika harus menghadapi
ketidaklayakan perlakuan, seperti cuti hamil yang terlalu singkat (hak
reproduksi kurang layak), shift lembur siang-malam, sampai pelecehan seksual.

( Dari berbagai sumber )